Rahasia Israel Membungkus Rapi Senjata Nuklirnya

Rahasia Israel Membungkus Rapi Senjata Nuklirnya – Dunia tersentak pada 5 Oktober 1986, ketika The Sunday Times of London mengumumkan kepemilikan persenjataan nuklir oleh Israel.

Israel ternyata memiliki program senjata nuklir yang dikembangkan secara diam-diam.  Kejutan lain berkaitan dengan penderitaan kaum wanita di bawah bayang-bayang panasnya dunia video dewasa. Betapa tidak, para pelaku industri Japanese Adult Video (JAV) diduga meraup untung di atas penderitaan kaum wanita muda Jepang melalui berbagai cara.

Kemudian, para pembaca juga tergelitik membaca tentang kisah penjual burger yang ternyata pernah menjadi agen rahasia Inggris, MI5, yang merupakan salah satu yang paling disegani di dunia. Bagaimana perjalan karirnya hingga bisa menjadi penjaja makanan tersebut?

Rahasia Israel Membungkus Rapi Senjata Nuklirnya

Saling ancam Israel dan Iran terjadi lagi pekan ini. Sejak lama memang, mereka jadi musuh bebuyutan. Israel gerah betul dengan nuklir Iran yang mereka sebut ancaman nyata. Israel boleh menuding Iran punya nuklir, tapi nyatanya mereka juga punya bom atom.

Konon bahkan, Israel punya ratusan hulu ledak nuklir. Dalam banyak penelitian, Israel disejajarkan di antara segelintir kecil negara yang punya senjata pemusnah massal ini.

Kepemilikan bom nuklir oleh Israel menjadi sebuah rahasia umum di kancah internasional. Israel tidak pernah membenarkan, pun tidak membantahnya, semuanya terbungkus dengan rapi.

Pada tahun 2008, https://gembalapoker.biz/ bekas Presiden Amerika Serikat Jimmy Carter seperti dikutip Reuters mengatakan Israel punya 150 hulu ledak nuklir, bisa juga lebih.

Rahasia Israel Membungkus Rapi Senjata Nuklirnya

“Amerika Serikat punya lebih dari 12 ribu senjata nuklir, Uni Soviet (Rusia) jumlahnya hampir sama, Inggris dan Prancis punya beberapa ratus, dan Israel punya 150 atau lebih,” kata Carter.

Enam tahun kemudian, Carter merevisi jumlah nuklir Israel menjadi 300 buah. Namun menurut lembaga think-tank AS Rand Corporation, angka realistis kepemilikan senjata nuklir Israel adalah sekitar 65-85 hulu ledak.

“Amerika Serikat punya lebih dari 12 ribu senjata nuklir, Uni Soviet (Rusia) jumlahnya hampir sama, Inggris dan Prancis punya beberapa ratus, dan Israel punya 150 atau lebih,” kata Carter.

Enam tahun kemudian, Carter merevisi jumlah nuklir Israel menjadi 300 buah. Namun menurut lembaga think-tank AS Rand Corporation, angka realistis kepemilikan senjata nuklir Israel adalah sekitar 65-85 hulu ledak.

Namun pada tahun 2009, Sidang Majelis Umum PBB menelurkan resolusi yang mengimbau negara non-NPT memperbolehkan peninjau IAEA masuk. Ada 189 negara yang manut pada titah PBB ini, tapi Israel menolak, mengatakan resolusi itu munafik.

Citra Udara Reaktor Israel

Tidak banyak yang diketahui soal program nuklir Israel hingga pesawat mata-mata U-2 Amerika pada 1958 menangkap citra udara di gurun Negev yang diduga reaktor nuklir Dimona. Israel menolak permintaan AS untuk memeriksa lokasi tersebut.

Pada 1960, Israel membantah Dimona adalah reaktor nuklir. Kepada AS, mereka mengatakan fasilitas itu adalah pabrik tekstil dan instalasi penelitian metalurgi. Dalam pertemuan dengan Presiden John F. Kennedy pada 1963, Menteri Luar Negeri Israel Shimon Peres menegaskan bahwa mereka “tidak akan memperkenalkan senjata nuklir di kawasan.”

Kebohongan Israel terkuak ketika pada 1986, teknisi nuklir Israel bernaa Mordechai Vanunu mengungkapkannya kepada media Inggris, Sunday Times. Dalam wawancara itu, Sunday Times mengungkapkan Israel adalah negara pemilik nuklir terbesar keenam setelah AS, Rusia, Inggris, Prancis, dan China.

Vanunu ditangkap di Italia dan dibawa ke Israel. Dia divonis 18 tahun penjara karena pengkhianatan dan mata-mata.

Menurut para ahli di Federasi Ilmuwan Amerika Serikat (FAS) seperti dikutip dari Council Foreign Relations, hulu ledak Israel bisa diluncurkan dari baik dari jet tempur F-16 dan F-15, dari peluncur darat dengan rudal Jericho II, atau ditembakkan dari kapal selam atau kapal perang di laut.

Para ahli FAS mengatakan, rudal nuklir Israel mampu mencapai Libya, Iran, atau Rusia.

Menurut para ahli di Federasi Ilmuwan Amerika Serikat (FAS) seperti dikutip dari Council Foreign Relations, hulu ledak Israel bisa diluncurkan dari baik dari jet tempur F-16 dan F-15, dari peluncur darat dengan rudal Jericho II, atau ditembakkan dari kapal selam atau kapal perang di laut.

Para ahli FAS mengatakan, rudal nuklir Israel mampu mencapai Libya, Iran, atau Rusia.

“Saya tidak pernah tahu ada negara yang tetangga-tetangganya ingin memusnahkan mereka, tidak hanya mendeklarasikan, tapi juga mempersiapkannya. Jangan bermimpi bahwa apa yang dideklarasikan setiap hari di Kairo, Damaskus, Irak, hanya kata-kata. Ini adalah pemikiran para pemimpin Arab,” kata Ben-Gurion.

Jika perkiraan para ahli benar, maka mimpi Ben-Gurion agar Israel punya nuklir terwujud. Dibanding negara lain, hulu ledak nuklir yang diduga dimiliki Israel memang jauh lebih sedikit. Namun, bukankah cukup dua bom atom saja untuk meratakan Hiroshima dan Nagasaki?

 Israel dilaporkan menguji coba peluru kendali berkemampuan nuklir di sebuah pangkalan militer. Iran pun merasa terancam.

Kementerian Pertahanan Israel menuturkan uji coba rudal itu merupakan bagian dari sistem tenaga penggerak roket atau rocket propulsion system.

“Uji coba itu telah dijadwalkan sebelumnya dan dilaksanakan sesuai rencana,” bunyi pernyataan Kemhan Israel seperti dikutip the Times of Israel.

Sejumlah gambar yang tersebar di media sosial menunjukkan sebuah proyektil meluncur ke udara pada Jumat pagi di pusat Israel.

Media lokal melaporkan lalu lintas udara di sekitar Bandara Internasional Ben-Gurion sempat dialihkan selama uji coba berlangsung demi memastikan peluncuran rudal berjalan aman.

Kemhan Israel tak menjelaskan tipe dan spesifikasi rudal tersebut. Tel Aviv juga tak menjelaskan uji coba itu berhasil atau tidak.

Namun, dilansir The Jerusalem Post, sejumlah pihak berspekulasi bahwa rudal yang diuji coba itu merupakan sistem Jericho, sebuah peluru kendali balistik antar-benua.

Sejumlah laporan dari pihak asing menyatakan Jericho mampu membawa hulu ledak nuklir. Sistem rudal itu disebut mampu menempuh jarak hingga 5.000 kilometer dan membawa hulu ledak sampai 1 ton.

Sementara itu, Iran selaku musuh Israel di kawasan mengecam uji coba senjata tersebut. Menteri Luar Negeri Iran, Javad Zarif, menuding uji coba nuklir itu “ditargetkan ke arah Iran.”

“Israel hari ini menguji coba rudal nuklir yang ditujukan ke Iran,” kata Zarif melalui kicauannya di Twitter.

Ia lantas mengeluhkan sikap Amerika Serikat yang selalu mendukung posisi Israel, tapi sangat sensitif dengan perkembangan persenjataan Iran.

“AS tidak pernah mengeluh soal senjata nuklir di barat Asia yang dipersenjatai dengan rudal dan dibuat untuk bisa membawa hulu ledak nuklir. Namun, mereka sensitif terhadap pertahanan konvensional kami,” katanya.

Uji coba rudal Israel ini dilakukan ketika Iran disebut terus mengembangkan sistem rudalnya di tengah sanksi internasional.

Kementerian Pertahanan AS bahkan menganggap Iran berhasil mengembangkan sistem senjata rudal yang paling besar di Timur Tengah.

Iran memang menganggap sistem rudal sebagai kebutuhan strategis negara lantaran keterbatasan kapabilitas angkatan udaranya.