Teknologi dan Sains di Star Wars

Teknologi dan Sains di Star Wars – May the force be with you. Selama bulan Desember 2019 kemarin, frase yang familkiar dengan penggemar Star Wars sangat sekali ramai. Mengapa demikian? Karena film ‘Star Wars: The Rise of Skywalker’ ditayangkan perdana pada 18 Desember di bioskop-bioskop seluruh dunia.

Para penggemar di Indonesia sudah dapat menyaksikan film terakhir yang akan menutup saga dengan jumlah sebanyak 9 episode. Sebagai seri terakhir, alias episode 9, ‘The Rise of Skywalker’ akan menampilkan kesimpulan perjalanan panjang pertarungan antara Jedi dan Galactic Republic melawan Sith dan Galactic Empire.

Teknologi dan Sains di Star Wars

Sejak dirilis pertama kali pada 1977, ‘Star Wars’ menjadi sebuah budaya pop di kalangan masyarakat yang bertahan dari tahun ke tahun. Banyak teknologi dalam film ini menjadi ikonik dan selalu diingat para penggemarnya.

Mungkin dari kita ataupun para penggemar berat film Star Wars sering sekali membayangkan apa jadinya jika segala teknologi yang dihadirkan dalam film Star Wars berada di dunia yang nyata.

Lalu, apa saja teknologi – teknologi dalam film Star Wars yang bisa menjadi kenyataan? Mari kita simak satu per satu di sini.

1. Lightsaber

Teknologi dan Sains di Star Wars

Salah satu teknologi yang paling menjadi ikon dalam film Star Wars adalah lightsaber. idn poker Teknologi yang satu ini adalah sebuah senjata andalan para Jedi dan Sith yang berupa pedang laser dan pedang ini mampu untuk membelah tubuh lawan dengan sangat mudah.

Sejak lama, para peneliti memang selalu saja menganggap Foton yang dapat memancarkan cahaya keluar tidak akan bisa menjadi partikel fisik sehingga tidak mungkin untuk dapat dijadikan senjata.

Tetapi pada tahun 2013, seorang peneliti yang berasal dari Harvard University dan Massachusetts Institute of Technology (MIT) melakukan demonstrasi dengan sepasang Foton yang ditembakkannya menembus awan berisi dengan atom yang didinginkan. . Foton itu terbentuk sebagai sebuah molekul tunggal. Profesor fisika asal Harvard University, Mikhail Lukin, mengatakan bukan tidak mungkin mengaitkan penelitian itu dengan lightsaber.

Perkataan profesor itu dibantah fisikawan lain dari Institute for Advanced Studies di Austin, Texas, bernama Eric Davis. Ia mengatakan lightsaber adalah fiksi dan tidak akan pernah bisa dikembangkan.

Walau begitu, peneliti sendiri nyaris menciptakan senjata berbasis cahaya seperti pistol blaster di ‘Star Wars’. Angkatan laut AS telah mendemonstrasikan kapal yang menggunakan senjata laser. Senjata itu bisa menembak drone di langit dan kapal-kapal kecil.

2. Hyperspace

Dalam film ‘Star Wars’, kita bisa melihat di mana pesawat-pesawat luar angkasanya, seperti Millenium Falcon, bisa melompat ke sistem tata surya lain yang jaraknya terpaut tahun cahaya. Kemampuan ini disebut sistem pendorong ‘hyperdrive’ yang memungkinkan seseorang lompat ke dimensi bayangan ‘hyperspace’, yang menjadi jalan pintas antara titik-titik tertentu di luar angkasa.

Peneliti bernama Davis, yang mempelajari kemungkinan perjalanan lebih cepat dari cahaya aliasfaster-than-light (FTL) itu, idnpoker mengatakan ide dari teknologi tersebut berbasis sains di dunia nyata.

Meski tidak mungkin melakukan perjalanan yang lebih cepat dari cahaya, tapi sifat waktu luar angkasa yang diajukan Albert Einstein memprediksi luar angkasa bisa terdistorsi untuk memperpendek jarak antar dua titik.

Lainnya mungkin bisa menciptakan lubang cacing, atau sebuah lokasi di luar angkasa yang dapat memunculkan jalan pintas antar lokasi yang jauh. Untuk menciptakan distorsi ini, dibutuhkan partikel eksotis yang disebut ‘energi negatif’. Davis mengatakan fenomena ini telah diuji dalam lab menggunakan efek Casimir. Ini dapat mengukur gaya tarik atau tolakan antara dua cermin paralel yang ditempatkan dengan jarak sempit dalam ruang hampa.

Pada 2017, sebuah lab bernama Eagleworks yang berlokasi di Johnson Space Center NASA di Houston, Texas, mengklaim telah menciptakan warpdrive yang dapat mengeksploitasi efek ini untuk menciptakan distorsi dalam sebuah ruang hampa. Namun, banyak yang skeptis tentang hal tersebut.

3. Speeder

Speeder adalah kendaraan terbang sejenis motor dan mobil yang bisa kita temui di film ‘Star Wars’. Beberapa perusahaan berupaya membuat kendaraan seperti itu di dunia nyata. Misalnya Hoversurf dari California, yang menciptakan kendaraan bernama Hoverbike S3.

Kendaraan itu seperti motor terbang yang menggunakan baling-baling seperti helikopter. Jadi, tidak sama persis dengan speeder di ‘Star Wars’. Menurut Hoversurf, motor terbang buatannya itu bisa melaju dengan kecepatan 96 kilometer per jam dengan ketinggian 5 meter di atas permukaan tanah.

Hoverbike S3 bisa terbang selama 10-25 menit untuk sekali isi daya baterai, tergantung kondisi cuaca dan berat si pengendara.

Selain Hoversurf, beberapa perusahaan lain yang mengembangkan kendaraan terbang adalah Aerofex, Malloy Aeronautics, Ehang, Volocopter, hingga Uber.

4. Exoplanet

Salah satu hal menarik dalam kisah ‘Star Wars’ adalah banyaknya planet, yang semua saling terhubung dalam sebuah jaringan galaksi. Pada saat ‘Star Wars Episode IV: A New Hope’ dirilis pada 1977, belum ada planet yang ditemukan di luar sistem tata surya Bumi.

Barulah pada 1995, 20 tahun setelah film pertama ‘Star Wars’, ditemukan exoplanet pertama. Exoplanet merupakan sebutan untuk planet yang berada di luar tata surya Bumi.

“Bagi saya, hal paling penting dalam ‘Star Wars’ adalah gagasan bahwa masa depan manusia adalah di luar angkasa,” ujar Mark Brake, ilmuwan asal Inggris, dilansirLive Science.

Kini, ada ribuan exoplanet yang telah ditemukan. Bahkan pada 2011, teleskop luar angkasa Kepler milik NASA menemukan planet pertama yang mengorbit dua Matahari, seperti kampung halaman fiksi Luke Skywalker di planet Tatooine dalam kisah ‘Star Wars’.

NASA sendiri terus melakukan penelitian untuk menemukan planet-planet yang bisa saja menjadi hunian baru manusia di masa depan.

5. Droid

Droid adalah robot yang memiliki tugas untuk melayani majikannya dalam film ‘Star Wars’. R2D2 dan C-3PO adalah dua droid paling populer dari waralaba tersebut. Dan kini, kita bisa melihat ada banyak robot-robot yang telah hadir untuk membantu pekerjaan manusia.

Meski begitu, belum ada robot yang memiliki kepintaran seperti droid di ‘Star Wars’. Sepertinya, pengembangan ke arah itu masih jauh karena diperlukan teknologi artificial intelligence (AI) yang kompleks dan canggih.

Di dunia nyata, setidaknya kita telah melihat robot Sophia yang berbicara dan berkomunikasi layaknya manusia, walaupun belum terlalu sempurna.

6. Hologram

Jika kita terbiasa berkomuniksi satu sama lain dengan jarak yang jauh dengan cara mengirim pesan, maka film Star Wars berkomunikasinya adalah dengan hologram. Hologram yang dijadikan alat komunikasi tersebut, akan menampilkan seseorang sebagai bentuk hologram tersebut untuk menyampaikan pesannya.

Saat ini belum ada alat seperti itu di dunia nyata. Tapi pengembangan hologram sendiri sudah dilakukan, seperti konser-konser yang menampilkan musisi yang telah meninggal dalam hologram. Masih ingat Coachella 2012? Saat itu rapper Tupac Shakur dibangkitkan kembali untuk tampil dalam bentuk hologram.